Ketika Sejarah — Berseragam Pdf [extra Quality]
Diterbitkan pertama kali oleh (dan kemudian mengalami beberapa kali cetak ulang), "Ketika Sejarah Berseragam" adalah kumpulan esai dan kolom yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma sepanjang tahun 1990-an hingga awal 2000-an.
Istilah "Berseragam" dalam buku ini merupakan metafora yang sangat kuat. McGregor menggambarkan bagaimana penulisan sejarah Indonesia mengalami proses homogenisasi dan militerisasi. Di bawah cengkeraman Orde Baru, sejarah tidak lagi menjadi ruang dialog ilmiah yang terbuka, melainkan alat propaganda resmi negara. Ada dua makna utama di balik istilah ini:
(S)ejarah versus (s)ejarah – Pusat Studi Hak Asasi Manusia
Dalam satu esai, Seno membandingkan buku sejarah SMA kurikulum 1984 dengan memoar seorang tentara bayaran. Ia membuktikan bahwa "fakta" dalam buku teks seringkali adalah hasil editing politis. Sementara ingatan manusia yang "tidak berseragam"—seperti ingatan para petani, korban penculikan, dan jurnalis—justru lebih jujur, meskipun kacau. ketika sejarah berseragam pdf
"Ketika Sejarah Berseragam" by Katherine McGregor analyzes how Indonesia's New Order regime used the military-led Center for Armed Forces History (Pusjarah ABRI) to manipulate national historical narratives and legitimize political power. The work highlights the creation of a "militarized history" through curated heroes, specific interpretations of the 1965 events, and public monuments, aimed at maintaining a military-centric identity.
Tujuan utama dari penyeragaman ini adalah menciptakan . Dengan ortodoksi tersebut, masyarakat digiring untuk percaya bahwa tanpa kehadiran militer di ranah politik (Konsep Dwi Fungsi ABRI), Indonesia akan hancur oleh konflik internal dan ancaman komunis. Pentingnya Mengakses Literatur "Ketika Sejarah Berseragam"
: Mahasiswa ilmu sejarah, sosiologi, dan politik menggunakan analisis McGregor untuk menyusun skripsi atau jurnal terkait politik memori ( politics of memory ) dan historiografi Indonesia. Di bawah cengkeraman Orde Baru, sejarah tidak lagi
This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.
Sejarawan Belanda Henk Schulte Nordholt, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Penelitian KITLV Leiden, memberikan pengantar yang sangat tajam untuk buku ini. Ia menulis:
Dua bab berikutnya mengupas secara lebih spesifik berbagai medium yang digunakan militer untuk menyebarkan narasi sejarahnya: mulai dari museum dan monumen hingga buku pelajaran dan film. Bagi mahasiswa ilmu sejarah
: Penulis membedah bagaimana peristiwa-peristiwa kontroversial, seperti Revolusi Nasional dan tragedi 1965, dikelola untuk memastikan militer selalu tampil sebagai penyelamat bangsa. Dampak pada Pendidikan
: Pendirian Pusat Sejarah ABRI sebagai pabrik narasi masa lalu versi penguasa.
Bagi mahasiswa ilmu sejarah, sosiologi, dan politik, buku ini adalah contoh utama dari studi historiografi kritis —yaitu ilmu yang tidak sekadar mempelajari peristiwa masa lalu, melainkan mempelajari bagaimana dan mengapa sebuah sejarah ditulis. 3. Keterbatasan Salinan Fisik